Oleh Moh. Ghufron Cholid
Membaca Kumpulan Puisi Bumi Gora karya M. Hasan Sanjuri sama halnya membaca lombok dengan segala keunikannya.
Tak hanya itu,pembaca juga dimanjakan dengan puisi cinta dan bercanda dengan kenangan. Bahkan kita juga diajak bertamasya memaknai hidup seseorang terhadap nenek moyangnya.
sepotong senja di puncak rinjani/adalah senja yang gemetar di ujung waktu/dan telah sampai kepadaku/pesan nenek monyang/yang lama bergemuruh di dada rakyatmu
(bait pertama dalam puisi berjudul Sepotong Senja di Puncak Rinjani)
Betapa sangat akrabnya penyair dengan nenek moyangnya hingga tak mau daun-daun kenangan berguguran tanpa melafalkan keakraban.
Kini penyair hadir, untuk mempenalkan tempat wisata yang ada di daerahnya dalam wajah yang begitu anggun.
Panorama ini bisa dirasakan keindahannya dan keunikan Senggigi dalam puisinya berjudul Peta Rindu, tepatnya bait kedua,
kerling matamu mengingatkanku/pada debur ombak di pesisir senggigi/tempat musafir melepaskan mantra/dengan tarian yang tak pernah selesai digerakkan.
Ada keunikan tersendiri, ketika kita membaca pola pikir penyair dalam memaknai kepergian orang yang istimewa dalam hidupnya, hal ini terlukis jelas dalam bait terakhir puisinya yang berjudul Kepergianmu, sementara bayang-bayang percintaan kita belum sempurna menjadi asmara. gadisku,sampai kapan perjalananmu masih kau rahasiakan?
Dari bait di atas,kita bisa mengetahui betapa romantisnya penyair dalam menyampaikan risalah hati kepada orang yang dicintainya.
Pembaca akan dibuat terpana manakala penyair menyampaikan risalah hati yang tak bersambut dari orang yang dicintainya namun selalu menghindar saat dimintai jawaban, akhirnya dengan penuh ketegasan penyair berkata;
kalau memang tak mampu tuk setia/mengapa harus menunggu waktu untuk membunuhku/tancapkanlah semua belati/yang kau asah di tubuh nenek moyangmu/dan jangan kau tandai kuburku dengan batu nisan/agar semua orang tak lagi mengenalku sebagai manusia (bait pertama,Nasib Tak Menginginkan Kita Bersama)
Terlepas dari min&plus buku ini layak diapresiasi.Selamat Membaca dan selamat mengapresiasi dan untuk guruku M. Hasan Sanjuri semoga kau berkenan dengan tulisan saya yang sederhana ini.
Kamar Hati, 26 November 2010
Biodata Penulis
Biodata Penulis


Tidak ada komentar:
Posting Komentar