oleh Moh. Ghufron Cholid pada 25 Maret 2011 jam 7:34
Menulis puisi spontanitas bagi saya merupakan salah satu cara menulis yang mengasyikkan, sekaligus penuh tantangan. Kita dituntut untuk bisa menghasilkan karya yang maksimal dengan waktu yang sangat minim.
Namun bagi sahabat yang kebetulan mengalami hal yang serupa, sahabat bisa memakai cara penulis lain atau bisa juga memakai cara yang biasa saya pakai.
Berikut saya berikan teknik menulis puisi spontan yang biasa saya lakukan semoga langkah sederhana ini bisa bermanfaat untuk umat dan kita bisa saling berbagi karya dengan orang lain.
Sebelum menulis puisi yang ingin kita selesaikan secara spontanitas maka kita pun bisa menempuh langkah-langkah berikut:
1 Penginderaan
Penginderaan adalah tahap pertama yang harus kita tempuh, pada tahap penginderaan ini, kita konsentrasi secara penuh tentang objek yang akan kita jadikan puisi.
Semisal kita akan membahas tentang masjid dalam puisi, maka langkah penginderaannya, kita pandangi masjid dengan cermat, pandangan hanya kita tujukan pada masjid saja segala hal yang tidak berkenaan dengan masjid kita tinggalkan.
2. Menciptakan Kesan
Setelah melewatu proses pada langkah pertama maka langkah kedua ini menjadi langkah yang tak boleh diabaikan dalam menulis puisi spontan, dengan menciptakan kesan paling tidak kita bisa melukiskan secara detail apa yang akan kita tulis dan apa yang akan kita bahas.
3. Mulai menulis
Setelah kedua langkah telah kita tempuh, tibalah pada langkah terakhir yakni memulai menuliskan apa yang kita inginkan dalam waktu singkat, semisal kita hanya memiliki waktu 5 menit maka 3 menit kita gunakan untuk penginderaan dan mencipta kesan sementara 2 menit kita gunakan untuk menulis.
MASJID
Mengatur jadwal kencan
Akan beradu mata zaman
Selaksa kafan
Jarak pertemuan
Indah menerbangkan ketakjuban
Dalam menatap Tuhan
Kamar Hatim 2011
Puisi tentang masjid ini adalah contoh puisi spontan yang saya lakukan, saat itu saya bayangkan masjid adalah tempat pertemuan dalam menatap Tuhan
Demikianlah yang bisa saya tulis, moga tulisan ini bermanfaat untuk semua sahabat, mohon maaf atas segala yang kurang berkenan jika ada kebenaran semua berasal dari karunia Tuhan, jika ada kesalahan bersalah dari kebodohan saya sebagai seorang insan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar